Rekrutmen-BSI

Badan Sistem Informasi (BSI) UII membuka peluang karir sebagai Bidang Operasional Teknologi Informasi, Network Engineer, Electrical Engineer, Site Reliability Engineer, FrontEnd Engineer, User Experience, FullStack dan Data Engineer dengan Kualifikasi Umum sebagai berikut:

  1. Muslim/Muslimah
  2. Mampu Berkomunikasi dengan baik
  3. Mampu bekerjasama dalam tim
  4. Mampu beradaptasi denga hal baru
  5. Suka membaca, tipe pembelajaran, dan mudah dipahami
  6. Diutamakan memiliki kemampuan bahasa inggris baik tulis maupun lisan

Kelangkapan Dokumen

  1. Pasfoto berwarna (JPG/TIFF/PNG)
  2. Daftar riwayat hidup – CV (format PDF)
  3. Ijazah dan transkrip nilai (format PDF)
  4. KTP (Format Image/PDF)
  5. Sertifikat Kompetensi Keahlian (format PDF) *
  6. Sertifikat TOEFL/sejenis (format PDF) *

*jika ada

Dokumen tersebut diupload melalui link https://uii.id/BSITalents paling lambat Jumat, 20 September 2019 pukul 12.00 WIB

Info Detail dan Kualifikasi Khusus yang dibutuhkan silahkan klik tautan Rekrutmen BSI UII

Sehubungan dengan kendala teknis yang terjadi saat Key in Ras pada hari Senin, 11 Februari 2019 melalui laman https://gateway.uii.ac.id , maka bersama ini kami sampaikan bahwa untuk mahasiswa FIAI dan FMIPA mulai Selasa, 12 Februari 2019 pukul 10.00 key in Ras kembali melalui laman http://unisys.uii.ac.id.

Kami sudah berusaha semaksimal mungkin dalam melakukan optimasi ulang akan tetapi kendala yang terjadi diluar prediksi kami.
Kami mohon maaf yang sebesar – besarnya atas ketidaknyaman ini

Berdasarkan SK Rektor sebagaimana yang telah tertuang pada Kalender Akademik T.A 2018/2019 bahwa Key in Semester Genap T.A 2018/2019 akan dimulai tanggal 11 sd 13 February 2019, untuk revisi Key in Ras tanggal 15 dan 18 Februari 2019.

Proses Key in Semester Genap T.A 2018/2019 kali ini sedikit berbeda dengan proses Key in sebelumnya. Pada semester ini proses Key in akan menggunakan dua sistem, yaitu melalui UIIRAS pada situs UIIGateway dan melalui sistem UNISYS.
UIIRAS adalah aplikasi baru yang akan diimplementasikan menggunakan metode pilot project (percontohan).

Ketentuan penggunaan sistem pada proses Key in kali ini adalah sebagai berikut :

  1. Pilot Project UIIRAS akan diimplementasikan untuk Mahasiswa FMIPA dan FIAI, Key in Semester Genap T.A 2018/2019. Mahasiswa pada fakultas tersebut melakukan Key in melalui UIIRAS yang dapat dibuka melalui laman https://gateway.uii.ac.id.
    Mahasiswa belum dapat melihat hasil Key in RAS pada sistem UNISYS karena hasil Key in akan terefleksi di UNISYS setelah masa KRS berakhir.
  2. Untuk mahasiswa selain FMIPA dan FIAI (Mahasiswa FH, FE, FTSP, FTI, FPSB, dan FK) proses Key in masih menggunakan sistem biasanya, yakni melalui laman http://unisys.uii.ac.id

Untuk panduan penggunaan UIIRAS baru, dapat dilihat pada tautan berikut https://bsi.uii.ac.id/tutorial/panduan-penggunaan-uii-ras-mandiri-mahasiswa/

Video Tutorial UIIRAS baru, dapat dilihat pada tautan berikut https://bsi.uii.ac.id/tutorial/video-tutorial-penggunaan-uiiras-mandiri-mahasiswa/

Jika terdapat kesulitan saat melakukan Key In Semester Genap T.A 2018/2019 silahkan menghubungi kami melalui email [email protected] dengan menggunakan email resmi UII dan melampirkan screenshoot permasalahan.

Selamat Melaksanakan Key In RAS

Untuk meningkatkan literasi dalam beraktivitas di media sosial (medsos) pada era siber, sejumlah dosen di Yogyakarta mendirikan Jogja Mendaras Data (JMD).

“Jogja Mendaras Data ini merupakan inisiatif dari sejumlah dosen di Yogyakarta agar masyarakat siber tidak gampang terjerumus dan bermain informasi hoaks di media sosial,” kata Dosen Program Magister Informatika, Universitas Islam Indonesia (UII), Fathul Wahid, Ph.D., salah satu inisiator JMD dalam konferensi pers peluncuran JMD di ruang PPs 1 Program Pascasarjana FTI UII, Gedung KH Mas Mansur, Kkampus Terpadu UII Yogyakarta (15 Maret 2018).

Fathul Wahid, yang juga Kepala Badan Sistem Informasi (BSI) UII itu menjelaskan, sesuai dengan namanya mendaras, artinya mengkaji atau belajar dengan sungguh agar masyarakat menjadi cerdas dalam menggunakan media sosial.

Sebagai dukungan aktivitas JMD, ujarnya, saat ini telah memiliki perangkat teknologi yang memungkinkan digunakan untuk menyimpan dan menganalisis data percakapan warganet melalui media sosial seperti Twitter, Facebook dan lain sebagainya. Data ini, jelasnya, menjadi sangat penting untuk mendeteksi apakah sebuah topik yang lagi hangat menjadi perbincangan warganet sengaja digerakkan oleh kelompok kepentingan, atau benar-benar murni kepentingan publik. Kelak JMD akan menyediakan data bagi publik tentang apa saja terkait berbagai isu aktual yang menjadi perbincangan publik.

Turut hadir dalam peluncuruan JMD, Ismail Fahmi, Ph.D yang juga pengajar Program Magister Informatika, Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII, Yogyakarta.

Kepada media, Fahmi menjelaskan, dalam pengoperasiannya JMD akan dibantu oleh Drone Emprit yang dikembangkan oleh Media Kernels Indonesia, yang sudah berpengalaman terlebih dahulu dalam pendataan dan pemetaan pembicaraan warganet di media sosial.

“Data yang tersimpan nanti dapat diakses oleh siapa saja. Kami akan buat mekanisme teknisnya agar banyak orang dapat mengakses data percakapan warganet di media sosial secara gratis,” jelasnya.

Namun, katanya, akan dibuat mekanisme yang mengendalikan keteraksesannya. Fokus JMD, tambah Kepala Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise UII Dr Teguh Dirgahayu, sejalan dengan ide Program Pascasarjana FTI UII yang sedang menggodog pembukaan konsentrasi baru dalam bidang sains data atau analitika data.

Sementara Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi UPN Veteran Yogyakarta, Dr. Subhan Afifi mengatakan JMD ingin mendedikasikan diri untuk mengembangkan kajian dan penelitan bidang media sosial terkait isu-isu kontemporer. “Harapannya, masyarakat semakin cerdas dalam bermedia sosial, bicara berbasis data, dan terhindar dari berita palsu (hoaks),” tambah Subhan Afifi.

JMD terbuka untuk berkolaborasi dan bekerja bersama berbagai pihak yang memiliki visi dan dedikasi sama, yaitu publik yang cerdas dalam bermedia, iklim media sosial yang sehat, dan informasi yang bersih.

Sementara itu pengamat sosial media UIN Sunan Kalijaga, Dr Iswandi Syahputra yang juga tergabung dalam JMD menjelaskan, JMD dapat membantu membersihkan informasi pada era media baru. “Saat ini siapa saja bisa membuat dan menyebar informasi tentang apa saja di media sosial. Informasi menjadi berlimpah ruah. Apalagi memasuki tahun politik. Informasi dapat menjadi komoditas politik. Informasi bersih dan kotor atau tersamar menjadi bercampur di media sosial. JMD dapat menjadi alat pembersih informasi berbasis data. Demokrasi virtual tidak dapat dibangun dari informasi yang kotor,” katanya.